Search This Blog

Translate

Jenis-jenis Sensor

12 January 2015

Setelah dijelaskan tentang definisi sensor, sekarang kita masuk ke bahasan beberapa jenis sensor yang banyak digunakan dalam rangkaian elektronik antara lain:
  1. Sensor Kebakaran
    Peralatan pendeteksi kebakaran yang telah dibuat digunakan dua sensor yaitu sensor asap/gas dan sensor suhu. Sistem akan bekerja ketika terdapat suhu dan asap, hal ini untuk menghindari adanya kesalahan yang diakibatkan kenaikan suhu akibat sinar matahari ataupun kepulan asap akibat rokok.

    MQ-2 Smoke/ LPG/ CO Gas Sensor Module
  2. Sensor Curah Hujan
    Volume atau jumlah hujan yang jatuh diukur menggunakan sensor jenis Tipping Bucket. Di pasaran terdapat beragam merk sensor curah hujan seperti Global Water, AllWeather, Vaisala, Casella dan lain-lain.


    Sensor Curah Hujan untuk Arduino

  3. Sensor Kecepatan Angin
    Sensor ini mengukur kecepatan angin, biasanya menggunakan tiga buah piringan (cup) yang bergerak memutar tiang cup yang menghasilkan frekuensi berubah-ubah yang proporsional dengan kecepatan angin.

    Sensor Kecepatan Angin

  4. Sensor Getaran
    Biasanya dipergunakan untuk mendeteksi gempa bumi atau getaran pada permukaan tanah. Sensor getaran merupakan pengembangan dari sensor pergeseran.

    Modul Sensor Getar 801s 

  5. Sensor Temperatur
    Ada 4 jenis utama sensor temperatur yang biasa digunakan :
    a. Termokopel
    Termokopel pada pokoknya terdiri dari sepasang penghantar yang berbeda disambung las dilebur bersama satu sisi membentuk “hot” atau sambungan pengukuran yang ada ujung-ujung bebasnya untuk hubungan dengan sambungan referensi. Perbedaan suhu antara sambungan pengukuran dengan sambungan referensi harus muncul untuk alat ini sehingga berfungsi sebagai termokopel.

    Termokopel

    b. Detektor Suhu Tahanan
    Konsep utama dari yang mendasari pengukuran suhu dengan detektor suhu tahanan (resistant temperature detector = RTD) adalah tahanan listrik dari logam yang bervariasi sebanding dengan suhu. Kesebandingan variasi ini adalah presisi dan  dapat diulang lagi sehingga  memungkinkan pengukuran suhu yang  konsisten  melalui  pendeteksian tahanan. Bahan  yang sering digunakan RTD adalah platina karena kelinearan, stabilitas dan reproduksibilitas.

    RTD

    c. Termistor
    Adalah resistor yang peka terhadap panas yang biasanya mempunyai koefisien suhu negatif. Karena suhu meningkat, tahanan menurun dan sebaliknya. Termistor sangat peka (perubahan tahanan sebesar 5 % per oC) oleh karena itu mampu mendeteksi perubahan kecil di dalam suhu.

    Termistor

    d. Sensor Suhu Rangkaian Terpadu (IC)
    Sensor suhu dengan IC ini menggunakan chip silikon untuk elemen yang merasakan (sensor). Memiliki konfigurasi output tegangan dan arus. Meskipun terbatas dalam rentang suhu (dibawah 200 oC), tetapi menghasilkan output yang sangat linear di atas rentang kerja.


    Sensor Suhu Rangkaian Terpadu (IC)


Sumber :

No comments :

Post a Comment

 
Selamat Datang ^^_____Pembaca Bijak Meninggalkan Jejak_____Terima Kasih^^

Benkyou

Benkyou

Followers

About Me

Hanya ingin berbagi soalnya zaman kuliah dulu banyak terbantu sama postingan orang. Nah, sekarang saatnya 'balas budi'. Mungkin tulisannya tidak terlalu bagus, maklum masih amatiran tapi semoga ke depannya bisa menghasilkan tulisan yang lebih baik lagi. Semoga manfaat. Aamiin... Ditunggu saran dan kritiknya ^^

Total Pageviews